SURAT SAHABAT


Teriknya sinar matahari di kala siang terasa begitu panas.Hingga kadang membuat kita malas untuk beraktifitas pada saat itu.Tak ayal tempat teduh disaat perjalanan mungkin begitu menggoda kita tuk sekedar berhenti atau turun dari kendaraan yang sedang merayap di ramainya lalulintas tuk sekedar menghindari teriknya sinar siang ,Segelas air dingin begitu berarti tuk menghalau dahaga yang terasa saat tenggorokan ini terasa begitu kering,dan masih di bawah pohon yang rindang kitapun masih sering berharap datangnya hembusan angin sepoi-sepoi yang dapat menghilangkan peluh yang jatuh membasahi baju kita. Mungkin ketika suasana itu terjadi alangkah bahagianya bila kita berada di dalam suatu ruangan yang sejuk lagi tenang dengan di sajikan semangkok Es cream Nan lembut ditemani canda tawa kerabat terdekat …

Tetapi…

Masihkah ingat beberapa tahun yang lalu ketika hari begitu terik dimana sinar matahari terasa membakar, kita begitu semangat dengan beberapa kelompok kita, seolah menantang seberapa panaskah matahari mampu mengusir kita yang berseragam pangsi hitam, bertopi caping, bersenjatakan pacul yang berpacu dengan deru hand tractor, dimana suatu kebahagiaan yang amat di syukuri ketika awan tebal membantu tuk sekedar menghalangi sinarnya walau hanya sesaat, saat pacul di ayuh dan di tarik,…. Batang akar alang-alang begitu manis terasa saat mulut mulai kering seolah mampu mengusir dahaga ini.Kibasan topi capping seolah pertanda inilah aku sang penentang matahari di siang bolong yang kan terus berpacu hingga letih mulai terasa, dan bila letih telah sampai kelakar kawan-kawanpun sebagaikan sebuah obat hingga kita kembali bersemangat tuk terus menggali dan membalik tanah tuk dijadikan bedengan walau hanya tuk sekedar menanam benih kangkung atau bayam……. Dan tak jarang bedenganpun sering berubah bentuk sendiri menjadi seperti sebuah makam pada keesokan harinya……..

Disaat IKA SPPN DKI JAKARTA mengadakan REUNI AKBAR pada 14 maret 2009 yang berlokasi di suatu tempat di TMII, betapa begitu terasa kembali kebersamaan bertemu .beberapa sahabat yang hadir saat itu yang tak ayal membuat kerinduan akan berkumpul dan kembali bercerita akan masa-masa di sekolah yang lalu….

Sayang saat itu kau tak datang …

Betapa hati ini rindu Akan raut wajah dan gelagat serta gelaktawamu yang masih tersisa di dalam ingatan ini, masihkah kau seperti itu atau mungkin telah berubah?.......

Akan kah juga kau merasakan hal yang Sama?..... Dimana saat-saat sulit kita rasakan bersama dilahan swakarya atau pergi nun jauh kesana di lokasi PKL, dimana kebersamaan ataupun kesulitan semua dapat kita lalui bersama…..

Melalui tulisan ini,

Mungkin bila kau tak terusik sedikit kerinduan Akan masa-masa di sekolah dulu, ku mohon,…. Luangkanlah sedikit waktu untuk kami.Kuyakin ada sebagian dari kita yang lain amat merindukan kehadiranmu atau mungkin kau pun mempunyai kerinduan kebersamaan akan yang lain…

Dan ku pun terus ber do ‘a semoga kau dalam keadaan baik-baik saja dan di berikan waktu yang luang oleh Allah SWT hingga dapat kumpul dan hadir dalam kebersamaan. Amin…
baca selanjutnya “SURAT SAHABAT”